Cisantana Merupakan saudara dekat dari ciherang yang dirilis pada tahun yang sama, yaitu 2000. Varietas ini merupakan hasil persilangan antara varietas IR64 dengan galur harapan lainnya. Meskipun tidak sepopuler Ciherang secara nasional, Cisantana memiliki penggemar setia di wilayah tertentu karena karakteristiknya yang khas.
Tekstur Nasi: Tergolong pulen, mirip dengan standar rasa IR64 dan Ciherang yang sangat disukai masyarakat Indonesia.
Potensi Hasil: Rata-rata mencapai 5,0 – 7,0 ton/hektar.
Umur Tanaman: Sekitar 115 – 125 hari setelah semai (tergolong umur sedang).
Tinggi Tanaman: Sekitar 100 – 110 cm, dengan batang yang cukup kokoh dan anakan yang produktif (sekitar 14–17 batang).
Cisantana sering dipilih karena beberapa alasan teknis berikut:
Ketahanan Hama: Pada masa rilisnya, varietas ini dikenal cukup tahan terhadap Wereng Batang Cokelat (WBC) biotipe 1 dan 2.
Ketahanan Penyakit: Memiliki ketahanan yang baik terhadap penyakit Busuk Batang dan Hawar Daun Bakteri (HDB) strain III.
Kualitas Beras: Butiran berasnya bening (derajat sosoh tinggi) dan persentase beras kepala (tidak patah) saat digiling cukup baik.
Adaptasi: Sangat baik ditanam di lahan sawah irigasi dataran rendah hingga ketinggian 500 mdpl.