Mekongga adalah pesaing terberatnya yang muncul tak lama kemudian. Dilepas pada tahun 2004, Mekongga merupakan hasil persilangan antara varietas Galur A2364 dengan IR64.
Tekstur Nasi: Tergolong pulen, sangat mirip dengan IR64 yang menjadi standar selera pasar Indonesia.
Potensi Hasil: Rata-rata mencapai 6,0 ton/hektar dengan potensi maksimal hingga 8,4 ton/hektar.
Umur Tanaman: Sekitar 116–125 hari setelah semai.
Tinggi Tanaman: Sekitar 91–106 cm, sedikit lebih pendek dan lebih tegak dibandingkan Ciherang.
Mekongga sering menjadi pilihan utama petani karena alasan berikut:
Batang Kokoh: Dibandingkan Ciherang, batang Mekongga cenderung lebih kaku dan kuat, sehingga lebih tahan rebah saat terkena angin kencang atau hujan deras.
Ketahanan Hama: Pada awal kemunculannya, varietas ini sangat tangguh melawan Wereng Batang Cokelat (WBC) biotipe 2 dan 3.
Tahan Penyakit: Cukup tahan terhadap Hawar Daun Bakteri (HDB) strain IV.
Kualitas Beras: Butiran gabahnya ramping dan panjang, menghasilkan beras yang bening dan memiliki nilai jual tinggi di penggilingan.